Buka-bukaan Soal Rusia (Bagian 1)

big circuit

Tak kenal maka tak sayang.

Saya tahu dan yakin kalau tema semacam ini sudah berkali-kali dibahas di internet, entah itu di portal informasi tentang Rusia, entah di vlog teman-teman dan kenalan saya. Tapi, nggak ada salahnya, kan, kalau saya tambahkan secuil aja informasi lain yang mungkin ingin ditanyakan oleh kebanyakan orang Indonesia, tapi karena satu dan lain alasan, gagal diutarakan. Mungkin karena terlalu tabu, kedengarannya picik, takut dihina ’bego’ dan lain sebagainya.

Pertanyaan 1: Ideologi dan Agama

Nah, ini pertanyaan paling bahaya, paling sensitif saat ini di Indonesia. Salah sedikit, bisa berabe. Karena alasan itu, mungkin di sini saya sensor aja, ya daripada ujung-ujungnya blog saya yang isinya kebanyakan hal nggak penting tiba-tiba dibredel.

Bicara tentang ideologi, pasti ada kaitannya dengan sejarah. Tapi, tenang aja, di sini saya nggak akan cerita panjang lebar merunut sejarah Rusia dari zaman prasejarah sampai saat ini. Sejarah Rusia memang panjang, saking panjangnya, mungkin sepuluh halaman pun masih kurang untuk saya ceritakan. Jangankan tulisan panjang, tulisan pendek pun juga jarang yang baca. Jadi, saya singkat aja, ya?

Setelah ketsaran Rusia berakhir kira-kira tahun 1547, kekaisaran pun hadir, dengan Peter yang Agung sebagai pemimpinnya. Namun, sayangnya karena ada banyak pihak-pihak yang tidak puas dan lelah dengan sistem pemerintahan ada, ditambah ide-ide pemikiran baru yang muncul dari sejumlah orang, kekaisaran yang bertahan dari tahun 1721 ini pun terpaksa runtuh akibat Revolusi Oktober (Oktober Merah – Krasniy Oktyabr) 1917.

Merah memang identik dengan ideologi komunis (mau disensor jadi kom**** juga boleh). Sejak saat itulah, ideologi ini merajai Rusia yang dulu dikenal sebagai Uni Soviet hingga akhirnya harus runtuh juga sekitar tahun 1991.

Lalu, bagaimana dengan sekarang? Masih adakah partai kom**** dengan lambangnya yang tersohor itu?

Masih ada. Tapi, sudah tidak populer lagi. Partai kiri masih ada, partai tengah juga ada. Total partai keseluruhan kurang lebih ada 6. Jangan khawatir, partai mayoritas saat ini lambangnya bukan perkakas lagi, kok, melainkan beruang yang di atasnya ada bendera Rusia.

Saya orang beragama, nih, jangan-jangan saya bisa diusir atau ditangkap di Rusia karena saya bukan penganut paham kom****?

Oalah. Awalnya saya juga takut, kalau boleh jujur. Tapi, begitu saya menginjakkan kaki di Rusia, kebodohan saya pun sirna demi melihat begitu banyaknya gereja di sana-sini, masjid yang bertebaran dan ukurannya bikin hati kecut dan malu karena sudah melayangkan tuduhan yang kurang tepat, sinagog yang bentuknya super menarik dan tidak bisa saya temukan di Indonesia. Semua ada. Siapa pun bebas untuk beragama dan tidak beragama di Rusia. Mereka juga saling menghargai. Tingkat toleransi mereka saat ini jauh lebih besar dibandingkan negara kita tercinta saat ini, yang mana amat sangat patut disayangkan.

Boleh nggak saya pakai jilbab/atribut keagamaan lain?

Boleh-boleh aja pastinya. Saya sendiri punya banyak kenalan orang Indonesia, orang Malaysia, atau orang Asia lain yang kebetulan berasal dari negara dengan mayoritas Islam. Siapa pun bebas menggunakan atribut keagamaan asal mungkin jangan terlalu berlebihan karena bisa-bisa dicegat polisi karena mencurigakan. Intinya, atribut keagamaan apa pun diizinkan.

Bersambung....

Facebook
Twitter
VK
Email

Добавить комментарий

Закрыть меню