Penting Nggak Penting – Tiket Pesawat ke Rusia

big circuit

Ada banyak jalan menuju Roma. Begitu juga ke Rusia. Berkat menjamurnya industri penerbangan di dunia, ada semakin banyak pilihan maskapai yang bisa kita pakai untuk menyambangi bahkan bagian terujung dunia sekalipun (mungkin, kecuali Kutub Utara atau Kutub Selatan), mulai dari pesawat berbujet rendah, sampai pesawat kelas pertama, yang cuma bisa dipesan oleh orang-orang berkantong tebal atau orang-orang yang menang undian, menang banyak di kasino, dan sejenisnya. Saya sendiri selama lima tahun tinggal di Rusia dan bolak-balik tidak keruan bak orang kaya kebanyakan uang, sudah mencoba hampir semua jenis rute dari Indonesia ke Rusia atau sebaliknya. Hampir semua, lho, ya, bukan semua. Jadi, maaf-maaf saja kalau postingan saya tidak selengkap agen pariwisata.

Lain maskapai, lain pelayanan, dan tentunya juga lain harga. Bagi Anda sekalian, yang rela naik turun pesawat, angkut bagasi, lewat pos pemeriksaan, dan menunggu pesawat lainnya, ada segudang opsi yang bisa dipilih. Dan bagi yang hanya mau duduk manis di dalam pesawat sampai mendarat di bandara negara tujuan, jangan berkecil hati, ada kabar gembira, sekarang ada penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia atau Indonesia ke Rusia.

Qatar Airways (JAKARTA – DOHA – MOSKOW dan sebaliknya)

Transit di Doha, waktu transit bisa dipilih sendiri. Biasanya, makin lama transit atau makin ideal waktunya (tidak kurang dari tiga jam, tidak lebih dari empat jam), harganya akan semakin mahal. Waktu penerbangan kurang lebih 13 jam di dalam pesawat, sisanya tergantung transit. Fasilitas tentunya lumayan, apalagi kalau kita beli tiketnya dari Singapura. Entah kenapa, menurut saya, Qatar Airways dari Singapura ke Doha armadanya lebih baru, pesawatnya lebih bersih, dan lebih sedikit orang di dalamnya. Jadi, lumayan bisa selonjoran sedikit… Harga tiket pulang pergi kira-kira 13.000.000 IDR, kalau ada diskon terkadang bisa lebih murah.

Emirat atau Etihad (JAKARTA – DUBAI/ABU DHABI – MOSKOW dan sebaliknya)

Pada prinsipnya, dua maskapai ini lumayan mirip dengan Qatar Airways. Perbedaannya hanya terletak di tempat transitnya saja. Kalau Qatar Airways di Doha, Emirat biasanya di Dubai, sementara Etihad di Abu Dhabi. Harganya beda-beda tipis…setipis lapisan daun bawang. Tapi, dari segi pelayanan, jujur saya lebih suka Emirat. Waktu tempuh masih sama, yaitu 13 jam kurang lebih ditambah waktu transit. Harga tiket juga ada di kisaran 14.000.000 IDR atau 16.000.000 IDR.

Aeroflot (JAKARTA – BANGKOK – MOSKOW)

Maskapai ini mungkin belum terlalu populer di Indonesia. Wajar, Aerofolot, yang pernah berkantor di Indonesia ini terpaksa hengkang akibat dituduh mata-mata di tahun 70-an. Padahal, dulu ada penerbangan langsung ke Jakarta dua kali seminggu. Sekarang, entah karena mereka sudah ogah, kapok, atau malas, akhirnya mereka hanya berhenti di Bangkok, surga orang Rusia alias salah satu destinasi utama orang Rusia. Harga tiketnya lebih murah sedikit, apalagi kalau belinya jauh-jauh hari, mungkin bisa dapat 10.000.000 IDR atau bisa lebih murah. Ada dua pilihan untuk tiket ke Bangkok dari Jakarta, bisa langsung pesan semuanya di situs Aeroflot atau kalau mau jalan-jalan sebentar di Bangkok dan keluar bandara, beli tiket terpisah juga nggak salah, misalnya dari Jakarta ke Bangkok bisa naik AirAsia, Garuda Indonesia, Thai Airways. Lalu, dari Bangkok sambung ke Moskow selama 9 jam tanpa transit lagi. Totalnya dengan penerbangan dari Jakarta ke Bangkok kurang lebih 13 jam. Pelayanan lumayan bagus, sayangnya mungkin bagi yang risi dikelilingi orang-orang Rusia yang seabrek mungkin susah, ya. Soalnya, berhubung tiket Bangkok-Moskow-Bangkok murah, banyak orang yang melancong ke sana. Dalam kata lain, susah pastinya menemukan pesawat yang sepi tanpa penumpang. Bagi yang tidak bisa bahasa Rusia jangan khawatir, pramugari-pramugaranya bisa bicara bahasa Inggris. Kekurangannya, ya, makanan kurang enak, tempat duduk kurang nyaman, dan kalau banyak anak kecil, siap-siap, ya, kurang tidur sedikit (Aduh, maaf, ya, ngeluh mulu…)

Singapore Airlines (JAKARTA – SINGAPURA – MOSKOW)

Nah, yang ini yang paling saya suka. Selain waktu transitnya sebentar, selama 9 jam di pesawat dari Singapura dan Moskow saya bisa tidur lumayan nyenyak. Lagipula, total penerbangan dari Jakarta ke Moskow kurang lebih hanya makan waktu 11 jam, ini belum termasuk transit memang. Cuma, saya yakin, tidak akan ada orang yang mati kebosanan saat menunggu waktu transit di Bandara Changi Singapura, bener, nggak? Harganya lumayan menguras kantong, apalagi kalau musim puncak harganya bisa mencapai 20.000.000 IDR.

Rossiya Airlines/Aeroflot (BALI – MOSKOW – BALI)

Tanggal 30 Oktober kemarin, penerbangan langsung dari Bali ke Moskow dan sebaliknya resmi dibuka. Alasannya sederhana, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali dari Moskow semakin banyak setiap tahunnya. Jadi, demi mempermudah para pelancong itu, kedua negara bersepakat untuk mengadakan penerbangan langsung yang harganya tidak terlalu bikin kita sesak napas. Menurut salah satu teman saya yang sudah coba pesawat ini, tempat duduknya lumayan nyaman, makanannya juga lumayan (2 kali makan). Kekurangannya terletak di televisi, bagi yang lupa bawa earphone, siap-siap harus bayar 80 USD atau sekitar segitu karena dengar-dengar maskapai ini nggak menyediakan earphone gratis layaknya pesawat lain. Maklumlah, harganya juga masih terbilang wajar. Dua belas jam penerbangan = 10.000.000 IDR – 12.000.000 IDR. Jadi, tahan-tahan aja, ya, yang sabar…

Lufthansa (JAKARTA – KUALA LUMPUR/SINGAPURA – FRANKFURT - MOSKOW)

Pertama kali ke Moskow, saya masih buta soal pesawat. Bukannya cari yang paling sederhana jalurnya, saya malah cari yang paling ribet (dan lumayan murah). Tahun 2013 harganya masih 1000 USD pulang pergi. Pesawatnya nyaman meskipun campur aduk berhubung Lufthansa tidak melayani rute penerbangan Jakarta – Singapura waktu itu. Jadi, dari Jakarta ke Singapura saya naik Singapore Airlines selama kurang lebih 1 jam 45 menit, disambung Lufthansa 12 jam dari Singapura ke Frankfurt, ditambah 3 jam dari Frankfurt ke Moskow. Kesan saya gimana? Sumpah mati saya bosan. Biarpun pesawat yang dipakai Lufthansa saat itu jenis A380 yang masih baru dan fasilitas di dalam pesawatnya super oke, tetaplah…12 jam di pesawat itu nggak ada bandingannya. Saya coba tidur, berharap kalau bangun sudah tinggal 2 jam lagi, ternyata masih 8 jam lagi, tidur lagi, masih 6 jam lagi, mati gaya sampai akhirnya saya nyerah dan pasrah sama keadaan…(harusnya dari awal memang mesti begini). Jadi, bagi yang nggak hobi menyiksa diri duduk sampai pantat panas, lebih baik cari penerbangan lain, kecuali memang yang ini lebih murah.

KLM (JAKARTA – KUALA LUMPUR – AMSTERDAM – MOSKOW)

Prinsipnya, maskapai ini sistemnya nggak jauh beda dengan Lufthansa. Perbedaannya hanya ada di harga, yang biasanya sedikit lebih mahal daripada Lufthansa.

Jalur lain yang bisa ditempuh? Masih ada opsi lain, misalnya:

  1. Jakarta – Ho Chi Minh – Moskow.
  2. Jakarta – Seoul – Moskow.
  3. Jakarta – Hong Kong – Moskow.

Jadi, kira-kira yang mana yang lebih bagus untuk dipilih? Nah, itu tergantung niat, waktu, daya tahan, plus ketebalan dompet Anda. Selamat jalan-jalan ke Moskow!

Facebook
Twitter
VK
Email

Добавить комментарий

Закрыть меню